Kamis, 10 Juni 2010

The Magic of Sholat Hajat


Sebelum saya menjelaskan uraian singkat tentang keajaiban sholat hajat, saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya setelah melakukan shalat hajat ini.

Suatu hari, saat saya sedang dalam masa ulangan kenaikan kelas atau yang biasa disebut ulangan akhir semester 2, saya merasa frustasi. Apalagi jadwal tes untuk pelajaran MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) jatuh pada hari-hari terakhir ulangan. Itu yang membuat banyak siswa termasuk saya menjadi sudah malas belajar di hari-hari terakhir itu. Energi kita untuk belajar telah habis.
Padahal tiga hari sebelum diadakannya ulangan itu, saya pergi tour ke Jakarta, Bandung, Bogor. Wah...menambah ketidak-konsennya saya dalam menghadapi ulangan deh. Tapi saya tetap berusaha untuk serius, karena nilai yang nantinya saya dapat di ulangan kenaikan kelas ini sangat menentukan apakah saya akan naik kelas atau tidak.
Pada hari-hari awal ulangan saya masih yakin tidak akan remidi atau 'her'. Untungnya saya tekun mengikuti les privat sebelum hari-H ulangan pelajaran MIPA itu (kecuali biologi tentunya).
 Saya mengikuti les dari siang sampai sore, jadi malam harinya saya merasa ngantuk dan capek untuk belajar. Saya teringat pada pesan salah satu guru agama Islam saya, yaitu Pak Daud Buwang. Beliau berpesan pada suatu pengajian ahad pagi bahwa sebagai siswa kita harus membiasakan melaksanakan sholat hajat. Kami diberi doa yang baik dibaca setelah sholat hajat. Dan akhirnya saya mencoba melakukan sholat itu. 
Alhasil, setelah masa-masa ulangan berakhir, saya terkaget dan bersyukur ternyata tidak ada satupun dari 12 mapel yang diteskan yang remidi. ALHAMDULILLAH...
Allah memang Maha Adil. Saya sempat ingin menyontek, tetapi berhubung tempatnya kurang strategis, jadi saya mengerjakan semua tes itu dengan keyakinan diri sendiri. 
\(^0^)/

Begitulah pengalaman saya sebagai seorang siswa yang takut mengalami remidi. Remidi merupakan hal yang sudah sering menjadi kekhawatiran dari para siswa. Berikut ini akan saya tuliskan mengenai sholat hajat. 

Shalat hajat, ditetapkan atau disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw.

Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang muslim. Shalat hajat merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan di dalam Islam. Dasar hukum shalat hajat terdapat di dalam hadits Rasulullah saw. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa.

Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun khalaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka pinta kepada Allah. Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah SWT bagi hamba-Nya. 

Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari. Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atau hajat mereka. Bahkan, ada yang mendapatkan keajaiban dengan diturunkan malaikat kepadanya untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. 



Shalat Hajat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan Allah. Shalat Hajat dilakukan antara 2 hingga 12 raka'at dengan salam di setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat.

 Niat Shalat 
Niat shalat ini, seperti juga shalat-shalat lain, diucapkan didalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan ridha-Nya, apabila ingin dilafalkan jangan terlalu keras sehingga mengganggu Muslim lainnya, memang ada beberapa pendapat tentang niat ini gunakanlah dengan hikmah bijaksana.

Niat dilakukan di dalam hati ketika sedang takbiratul ihram (mengangkat tangan).
Lafazh niat shalat hajat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى

Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’aala.

Artinya: ''“Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”''

 Bacaan Surat 
Membaca Ayat Kursi dan surah Al-Ikhlash pada tiap rakaat. Diriwayatkan dari Wahiib ibn Al-Ward, ia mengatakan bahwa dari doa yang dikabulkan adalah seorang hamba yang shalat 12 rakaat, ia membaca pada tiap rakaatnya ayat Kursi dan surah Al-Ikhlas. (Abdullah ibn Ahmad ibn Qudamah Al-Maqdisi Abu Muhammad. Al-Mughni fi Fiqhi Al-Imam Ahmad ibn Hanbal As-Syaibaani. 1405 H.Daarul Fiqr: Beirut.)

 Hadits terkait 
Hadits Rasulullah SAW terkait shalat hajat antara lain :
1) "Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhu-nya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat" ( HR.Ahmad )

2) “Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi ? Setelah itu, mengucapkan ''“Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana....'' (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) 

3) Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)

4) Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi saw, lalu ia mengatakan, “Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi saw bersabda, “Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat (shalat hajat). Setelah itu, berdoalah....” Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (shalat hajat).” (HR Tirmidzi)

Cuplikan tadi telah saya sunting dari wikipedia.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar